Mengenal Sesar Lembang, Ancaman Gempa di Bandung Raya

SoftBos.Com – Indonesia sebagai salah satunya negara dengan kegiatan kegempaan yang lumayan tinggi. Peristiwa itu didasari pada adanya lokasi-lokasi patahan sesar yang dikenali lumayan aktif bergerak seperti Sesar Lembang.

Sesar Lembang sendiri sebagai patahan yang populer aktif, dan berada di teritori daratan tinggi Lembang, Kabupaten Bandung dan memiliki jarak 10 km arah utara Kota Bandung. Sesar Lembang dijumpai mempunyai panjang sekitaran 25-30 km, menghampar dari barat ke arah timur.

Dalam beberapa catatan kegempaan, pusat episentrum sering teridentifikasi di tempat bentang sesar itu. Semenjak 1963 Tubuh Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus lakukan pengawasan pada Sesar Lembang.

Mempunyai Magnitudo Aktif Sampai 6,8 Sr

Mempunyai Magnitudo Aktif Sampai 6,8 Sr
Mempunyai Magnitudo Aktif Sampai 6,8 Sr

Bukti yang harus tahu dari Sesar Lembang ialah kekuatan kegempaannya yang tidak tersangka. Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengutarakan bila kegiatan kegempaan dari Sesar Lembang tidak dapat diterka.

Menurut dia salah satunya yang perlu dicurigai dari kegiatan kegempaannya ialah kondisinya yang tenang. Hingga dicemaskan ada kegiatan penghimpunan energi dan satu saat dapat melepas kekuatan optimal magnitudo aktif sampai 6,8 – 6,9 sr.

BACA JUGA : Tiga Manfaat Tumbuhan Hijau Bagi Makhluk Hidup Sebagai Sumber Makanan

Sering Memacu Kegiatan Gempa Lokal

Sering Memacu Kegiatan Gempa Lokal
Sering Memacu Kegiatan Gempa Lokal

Daryono menerangkan, Sesar Lembang sering memacu kegiatan gempa lokal di daerah Bandung dan sekelilingnya.

Hal itu berdasar kisah kegempaan paling akhir yang terjadi pada 28 Agustus 2011 dengan kemampuan gempa 3,3 magnitudo dengan kedalaman yang paling dangkal. Hingga menyebabkan imbas berarti, menghancurkan 384 rumah masyarakat di Daerah Muril, Kabupaten Bandung Barat.

Selanjutnya gempa pada 14 dan 18 Mei 2017 dengan Magnitudo 2,8 and 2,9 yang efeknya dirasa dalam rasio intensif II-III MMI, tetapi tidak ada kerusakan memiliki arti.

BACA JUGA : Simak Manfaat Rendam Muka Dengan Air Es

Bergerak 3 MM per Tahun

Video Penjelasan Sesar Lembang Bergerak 3 MM per Tahun

Walau dikenali aktif, Sesar Lembang cuma mempunyai gerakan yang termasuk kecil, yaitu cuma 3 MM /tahun. Menurut Daryono, Sesar Lembang sudah bergerak secara terus-terusan dan gerakan paling besar sejauh 460 mtr. bersamaan berlangsungnya gempa bumi lokal.

“Gerakan Sesar Lembang tidak selamanya horizontal atau miring, ada pula gerakan ke atas. Proporsinya masing-masing 80 % ke kiri dan 20 prosentasenya ke atas atau vertikal.” jelasnya

BACA JUGA : Beragam Manfaat Getah Pisang Untuk Kehidupan Manusia

Pernah Terjadi Gempa Besar 500 Tahun Lalu

Pernah Terjadi Gempa Besar 500 Tahun Lalu
Pernah Terjadi Gempa Besar 500 Tahun Lalu

Dalam pada itu, dalam sejarahnya Sesar Lembang pernah mengakibatkan gempa bumi dengan magnitudo besar pada era ke-15 masehi, atau sekitaran tahun 1600 dan mempunyai potensi terulang lagi dalam masa 500 tahun. Berkaitan hal itu pengawasan juga terus dilaksanakan, sampai pada 2008 mekanisme awasi terus diperbarui dengan menambahkan sensor kegempaan kekinian.

“Pada 2019, BMKG memasangkan 16 sensor seismik masa pendek lebih rapat untuk lengkapi 19 seismograf frekwensi lebar yang telah terpasang di Jawa Barat dan Banten. Sensor gempa yang menyengaja terpasang “mengepung” lajur Sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis itu terpasang untuk kepentingan operasional dan pengkajian sesar aktif.” imbuhnya

BACA JUGA : Sejuta Manfaat Yang Tersembunyi Dari Daun Dan Buah Sirsak Untuk Kesehatan Tubuh

Terus Bergerak

Terus Bergerak
Terus Bergerak

Berdasar data yang didapat Softbos.com, kegiatan kegempaan bertaraf kecil terus terjadi semenjak 2009 lalu. Hal itu didasari riset dari Supendi dkk tahun 2018.

Dalam jurnal yang dipublikasi di Geoscience Letters, sepanjang masa 2009-2015 ada empat peristiwa gempa yang terdeteksi di sejauh lajur Sesar Lembang lewat jaringan sensor gempa regional punya BMKG.

Selanjutnya, dalam riset yang sudah dilakukan Afnimar dkk. (2015) memperlihatkan akan ada kegiatan gempa di lajur Sesar Lembang. Hasil riset memakai data seismik dari 4 stasiun seismik temporer BMKG sepanjang masa Mei 2010 sampai Desember 2011 itu menulis 9x peristiwa gempa di Sesar Lembang.

Daryono juga terus menghimbau ke warga di daerah yang dilalui Sesar Lembang untuk tingkatkan kewaspadaannya dengan pahami mitigasi kegempaan. Dia juga menambah bila data hasil pantauan gempa di Sesar Lembang sangat penting untuk ketahui tingkat keaktifan gempa, distribusi zone aktif gempa, proses sumber gempa, terhitung study susunan bawah permukaan bumi lewat tehnik tomografi untuk kepentingan mitigasi.

“Tidak ada yang mengetahui kapan gempa kuat bisa terjadi. Supaya selamat dari gempa, kita bisa lakukan usaha mitigasi nyata dengan membuat rumah tahan gempa dan belajar langkah selamat saat terjadi gempa,” kata Daryono.

error: Content is protected !!